Sampaikan walau hanya satu ayat Al-Qur'an

Tampilkan postingan dengan label Nubuat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nubuat. Tampilkan semua postingan

Apa hikmah dari Doa Yesus "Eli, Eli, lama sabakhtani" ?

Satu pertanyaan singkat tentang hikmah Doa Yesus



Ketika Yesus berkata “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mt 27:46; Mk 15:34; Lk 23:46)

Banyak kaum kristen mentafsirkan ayat ini bahwa ini adalah Doa berpengharapan Yesus, Tapi ini adalah kesalahan fatal, karena setiap Doa pasti ada hikmahnya, ada manfaatnya, ada faedahnya,,,seperti Doa sebelum tidur, Doa sebelum makan, Doa ketika ditimpa musibah. Maaf seribu maaf, dalam benak saya sempat terbayang mungkin ini adalah Doa sebelum ajal menjemput..

Dan melihat situasi saat itu adalah sebelum Yesus menemui ajalnya, tapi umat kristen dengan beraninya mentafsirkan bahwa dia sedang berdoa, banyak pertanyaan dari luar kristen menanyakan mengapa Tuhan berdoa, tapi kalau dari saya pertanyaannya adalah apa hikmah, apa manfaat, apa faedah dari doa Yesus ??

Pertanyaan saya singkat tapi memiliki makna yg sangat padat, sebuah pukulan untuk umat kristen yg suka mengada-ada !!

tambahan :


Dari beberapa orang kristen yg berdebat dengan saya ada yg menjawab ini adalah pemenuhan nubuat yg terdapat dalam PL kitab Mazmur daud pasal 22

Jawaban dari saya adalah Mazmur daud pasal 22 saat ayat 1-22 bisa digolongkan doa kepada Tuhan, tapi Doanya berhenti saat ayat ke 22, karena setelah ayat 22 yg ditujukannya bukanlah kepada Tuhan melainkan pernyataan kepada Umat Yahudi. Silakan cek lagi setelah ayat 22, ayat itu termasuk doa atau bukan ??

Apa lagi saat ayat 23 yg ditujukan hanya kepada anak cucu israel, jadi nubuat ini hanya berlaku kepada suku israel saja...

3. Ramalan Nabi Muhammad saw, Persia dan Romawi akan hancur?


Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- 22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Jadi semua perkataan nabi itu harus terjadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.


Di antara berita masa depannya tersebut, Rasulullah menceritakan tentang perjuangan umatnya di masa depan dan memastikan kemenangan mereka. Berkata Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Kerajaan Persia akan hancur, dan takkan ada lagi Raja Persia setelahnya. Kekaisaran Romawi juga akan hancur, dan tak ada lagi Kaisar Romawi setelahnya. Kalian akan membagi harta simpanan mereka di jalan Allah. Karena itu, perang adalah tipu daya.”(HR Bukhari dan Muslim)

Ada beberapa hadis lain lagi yang menceritakan bahwa Islam akan mengalahkan Romawi dan Persia. Kita tahu dari sejarah, setelah wafatnya Rasulullah tentara Islam di bawah Panglima Sayidina Khalid bin Walid ra. memberikan pukulan akhir pada pasukan Romawi di Syam dan dengan itu takluklah seluruh jajahan Romawi di Syam yang saat ini meliputi Syria, Jordan, Palestina dan Libanon.

Di masa pemerintahan Khalifah Umar ra. pasukan Islam di bawah Panglima Sayidina Sa’ad bin Abi Waqqash menaklukkan Persia. Saat itu bangsa Persia sebagian besar adalah penganut agama Majusi, penyembah api. Mereka beribadah di kuil-kuil api abadi mereka. Semasa lahir Rasulullah, api abadi mereka yang terbesar yang telah menyala ribuan tahun tiba-tiba padam.

Bermula dari penaklukan Iraq, pasukan Islam terus menaklukkan ibu kota Persia, Madain hanya dalam tempo 2 tahun. Sayidina Sa’ad ra. dengan pasukannya menaklukkan pasukan Persia yang sangat terlatih di bawah panglimanya Rustum yang sangat berpengalaman. Mereka merebut Qadisiyah dalam sebuah pertempuran yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya pasukan Islam menghadapi tentara bergajah. Tapi karena bantuan Allah, pasukan Persia dapat dikalahkan. Dalam pertempuran ini pasukan Islam berjumlah sekitar 20.000 orang melawan lebih 200.000 prajurit Persia. Dalam pasukan Islam itu terdapat lebih 400 Sahabat Rasulullah dan di antaranya ada 99 orang Ahli Badar (peserta perang Badar).

Setelah merebut Babylon dan Madain, Istana Kisra Persia diduduki dan pasukan Islam mendapat ghanimah (rampasan perang) yang sangat besar. Mungkin yang terbesar dalam sejarah. Orang-orang Persia pun secara berangsur-angsur selama 200 tahun menukar agamanya menjadi agama Islam karena takjub dengan akhlak umat Islam. Maka tunailah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya SAW.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW ada menyebut:

”Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” (Al Hadis)

Para Sahabat Rasulullah SAW, tabi’in dan tabi’ut tabi’in terus berusaha membuktikan sabda Rasulullah ini. Mereka berulang kali mengadakan ekspedisi untuk menaklukkan Konstantinopel. Tercatat dari kalangan Sahabat ra. Sayidina Abu Ayyub Al-Anshari ra. yang ketika itu telah berusia lebih 80 tahun ikut berusaha menagih janji Rasul tersebut. Beliau syahid di medan perang dan dimakamkan di dekat tembok benteng Konstantinopel. Dari kalangan tabi’in ada Ibrahim bin Ad-ham rh. yang datang ke sana untuk membuktikan janji Rasulullah dan beliau pun syahid.

Ternyata janji Rasulullah itu baru terbukti 800 tahun kemudian di tangan Sultan Muhammad Al-Fateh dari Dinasti Usmaniyah. Dengan jatuhnya Konstantinopel, jatuhlah seluruh wilayah Kekaisaran Romawi Timur ke tangan Islam.

Ayah Muhammad Al-Fateh, Sultan Murad telah mendapat kabar dari Syeikh Syamsuddin Al-Wali bahwa anaknya yang baru lahir itu yang akan menepati janji Rasulullah (lihat Kisah Teladan - red). Karena itu beliau telah mempersiapkan Muhammad Al-Fateh sejak kecil dengan diserahkan didikan agamanya pada Syeikh Syamsuddin dan didikan militernya pada panglima-panglima Turki yang paling berpengalaman hingga pada usia 19 tahun beliau telah siap menggantikan ayahnya menjadi sultan. Pada usia 21 tahun beliau memimpin pasukannya untuk menaklukkan Konstantinopel dan terbuktilah hadis di atas: Konstantinopel takluk!

2. Ramalan Rasulullah saw mesir berhasil ditaklukkan oleh islam....?

.
Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- 22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Jadi semua perkataan nabi itu harus terjadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.




Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, yakni sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Qiraat. Maka apabila kalian menguasainya, berlaku baiklah kepada penduduknya. Karena mereka memiliki hak pertalian darah dan hak persaudaraan. Atau beliau mengucapkan hak pertalian atau hak kekerabatan. Lalu apabila engkau menyaksikan dua orang bercekcok pada tempat batu merah, maka keluarlah darinya”.

Abu Dzar ra berkata :

“Benar aku melihat Abdurrahman bin Syarhabil bin hasan dan saudaranya yaitu Rabi’ah bertengkar pada tempat batu merah, lantas aku pun meninggalkan negeri itu.

Tingkatan hadits :

Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kenyataan dari yang diramalkan :

Rasulullah saw benar. Dimana terbukti, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan Mesir pada tahun kedua puluh (XX) hijriah dengan dipimpin panglima Amru bin Ash ra. Pasukan itu mendapat restu dari khalifah Umar bin Khatab ra.

Imam Nawawi berkomentar : Bahwa didalam hadits tersebut terkandung mukjizat yang nyata dari Rasulullah saw yang diantaranya adalah : pembitahuan beliau bahwa umatnya akan menguasai Mesir.

1. Ramalan Rasulullah saw tentang pengakatan khalifah pertama adalah Abu Bakar ra.


Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- 22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Jadi semua perkataan nabi itu harus terjadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.


1. Nabi Muhammad meramalkan bahwa Abu Bakar ra akan menjadi khalifah.

Apakah Rasul Allah telah menunjuk atau mengisyaratkan seseorang untuk menjadi khalifah setelah wafatnya Rasul? Kalau ada, siapakah dia?

Dalil-dalil yang menunjukkan akan adanya isyarat secara tidak langsung (bukan wasiat) dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang mengisyaratkan bahwa Abu Bakarlah yang lebih pantas menjadi khalifah sangat banyak. Isyarat-isyarat tersebut adalah sebagai berikut:

Abu Bakar dijadikan wakil menggantikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im, dia berkata:

Datang seorang wanita kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah menyuruhnya untuk datang kembali. Maka wanita itu mengatakan: “Bagaimana jika aku tidak mendapatimu?” –seakan-akan wanita itu memaksudkan jika telah meninggalnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menjawab: “Jika engkau tidak mendapatiku, maka datangilah Abu Bakar”. (HR. Bukhari 2/419; Muslim, 7/110)

-->Hadits ini merupakan isyarat yang jelas dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa yang akan menggantikan dirinya sepeninggal beliau adalah Abu Bakar ash-Shidiq radhiallahu ‘anhu.

Perintah untuk meneladani Abu Bakar radhiallahu ‘anhu

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Teladanilah dua orang setelahku, Abu Bakar dan Umar… (HR. Tirmidzi dan Hakim, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1233)

11. Nabi yang diramalkan tidak akan mempunyai mujizat/keajaiban, mempunyai mujizat tidak akan memenuhi ramalan.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !

Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

11. Nabi yang diramalkan tidak akan mempunyai mujizat/keajaiban, mempunyai mujizat tidak akan memenuhi ramalan.

Matius 24:24-25 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.(TB)

Matius 24:24-25 Sebab akan muncul penyelamat-penyelamat palsu dan nabi-nabi palsu. Mereka akan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang luar biasa, dan keajaiban-keajaiban untuk menipu, kalau mungkin, umat Allah juga.Jadi, ingatlah! Aku sudah memberitahukannya kepada kalian lebih dahulu sebelum hal itu terjadi.(BIS)

Matthew 24:24-25, "For there shall arise false Christs, and false prophets, and shall shew great signs and wonders; insomuch that, if it were possible, they shall deceive the very elect.  Behold, I have told you before."

=======================================================================


Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an, yaitu kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu yang masih barbar dan tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur'an hal itu berubah total karena Qur'an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar nilai budaya baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban serta mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab, serta pada masa yang lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di dunia pada masanya.
Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan, perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam hingga saat ini.
Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.

10. Nabi yang diramalkan akan memdidik, memberi nasehat

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !

10. Nabi yang diramalkan akan memdidik, memberi nasehat, menghibur disaat yang kesulitan kepada umatnya, sehingga mendorong umatnya untuk mandiri dan maju.

1 Korintus 14:3-4 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.(TB)

1 Korintus 14:3-4 Sebaliknya orang yang menyampaikan berita dari Allah, menyampaikannya kepada manusia; untuk menguatkan mereka, untuk memberi semangat kepada mereka dan untuk menghibur mereka.Orang yang berbicara dalam bahasa yang ajaib hanya menguatkan dirinya sendiri saja, sedangkan orang yang menyampaikan berita dari Allah menolong jemaat menjadi maju.(BIS)

1 Corinthians 14:3-4, "But he that prophesieth speaketh unto men to edification, and exhortation, and comfort. He that speaketh in an unknown tongue edifieth himself; but he that prophesieth edifieth the church."

=========================================================================

Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.

Pengikut Nabi Muhammad Saw.
Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalanganteman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun atau Yang pertama-tama.

Penyebaran Islam
Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah, akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.
Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia). Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

7. Saat mendapatkan wahyu, sekali "sentuhan" maka utusan itu akan bangkit kembali.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !

Daniel 10:18 Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan,(TB)

Daniel 10:18  Maka sekali lagi ia menyentuh aku, lalu kurasa tenagaku bertambah.(BIS)

Daniel 10:18, "Then there came again and touched me one like the appearance of a man, and he strengthened me,"
========================================================================


yakni saat beliau berada di dalam gua Hira`. Malaikat mendatanginya seraya berkata, "Bacalah." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Beliau menjelaskan: "Lalu Malaikat itu pun menarik dan menutupiku, hingga aku pun merasa kesusahan. Kemudian Malaikat itu kembali lagi padaku dan berkata, 'Bacalah.' Aku menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Malaikat itu menarikku kembali dan mendekapku hingga aku merasa kesulitan, lalu memerintahkan kepadaku untuk kedua kalinya seraya berkata, 'Bacalah.' Aku menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Ia menarik lagi dan mendekapku ketiga kalinya hingga aku merasa kesusahan. Kemudian Malaikat itu menyuruhku kembali seraya membaca, 'IQRA` BISMIKAL LADZII KHALAQ, KHALAQAL INSAANA MIN 'ALAQ IQRA` WA RABBUKAL AKRAM ALLADZII 'ALLAMAL BIL QALAM.. -hingga- 'ALLAMAL INSAANA MAA LAM YA'LAM.'" Maka dengan badan yang menggigil, akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali kepada Khadijah seraya berkata, "Selimutilah aku..selimutilah aku." Hingga perasaan takut beliau pun hilang. Setelah itu, beliau berkata kepada Khadijah, "Wahai Khadijah, apa yang terjadi denganku, sungguh aku merasa khawatir atas diriku sendiri." Akhirnya, beliau pun menuturkan kejadian yang beliau alami. Khadijah berkata, "Tidak. Bergembiralah engkau. Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu demi selama-lamanya. Sesungguhnya engkau benar-benar seorang yang senantiasa menyambung silaturahmi, seorang yang jujur kata-katanya, menolong yang lemah, memberi kepada orang yang tak punya, engkau juga memuliakan tamu dan membela kebenaran. {Hadist Bukhari dalam Kitab wahyu No Hadist 3}

11 Kunci Kenabian menurut Al-Kitab



1. Utusan Tuhan mampu memprediksikan masa depan, jika prediksinya gagal maka dia bukanlah utusan Tuhan.

Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- 22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."(TB)

Ulangan 18:21  Mungkin kamu bertanya dalam hati, 'Bagaimana kami tahu apakah pesan seorang nabi itu berasal dari TUHAN atau tidak?' -- 22 Kalau seorang nabi berbicara atas nama TUHAN, tetapi apa yang dikatakannya itu tidak terjadi, maka ramalan itu bukan dari TUHAN. Nabi itu berbicara atas namanya sendiri dan kamu tak usah takut kepadanya."(BIS)

Deuteronomy 18:21-22, "And if thou say in thine heart, How shall we know the word which the LORD hath not spoken? When a prophet speaketh in the name of the LORD, if the thing follow not, nor come to pass, that is the thing which the LORD hath not spoken, but the prophet hath spoken it presumptuously: thou shalt not be afraid of him."

___________________________________________________________________________________

2. Nabi yang diramalkan membawa ramalan dan akurat 100%, tidak ada kesalahan sama sekali (sempurna), tafsir yang kedua adalah nabi itu bernubuat tentang damai dan membawa kesejahteraan atau bisa juga ditafsirkan membawa ajaran tentang kedamaian.

Yeremia 28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."(TB)

Yeremia 28:9 Tapi nabi yang meramalkan keadaan damai, hanya dapat diakui sebagai nabi yang sungguh-sungguh diutus oleh TUHAN, kalau ramalan-ramalannya menjadi kenyataan."(BIS)

Jeremiah 28:9, "The prophet which prophesieth of peace, when the word of the prophet shall come to pass, then shall the prophet be known, that the LORD hath truly sent him."
___________________________________________________________________________________

3. Ukuran menentukan utusan yg dikirim oleh Tuhan itu adalah benar-benar seorang Rasul dari Allah yg mengajarkan agamanya.

Yesaya 8:20 Carilah pengajaran dan kesaksian!(TB)

Yesaya 8:20  Jawablah begini, "Dengarkan ajaran TUHAN! Orang yang tidak bicara sesuai dengan ajaran itu, tidak mempunyai harapan."(BIS)

Isaiah 8:20, "To the law and to the testimony: if they speak not according to this word, it is because there is no light in them."

___________________________________________________________________________________

4. Nabi yang diramalkan akan mendapatkan Visi / Mimpi dari Tuhannya.

Bilangan 12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.(TB)

Bilangan 12:6 dan TUHAN berkata, "Dengarlah kata-kata-Ku ini! Jika di antara kamu ada seorang nabi, Aku menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan-pengl dan berbicara dengan dia dalam mimpi.(BIS)

Numbers 12:6, "And he said, Hear now my words: If there be a prophet among you, I the LORD will make myself known unto him in a vision, and will speak unto him in a dream."

___________________________________________________________________________________

5. Nabi yang diramalkan pada saat turunnya wahyu, Matanya akan terbuka.

Bilangan 24:4  yang telah mendengar kata-kata Allah dan melihat penampakan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata terbuka.(TB)

Bilangan 24:4  tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.(BIS)

Numbers 24:4 "He hath said, which heard the words of God, which saw the vision of the Almighty, falling into a trance, but having his eyes open:"

Bilangan 24:16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.(TB)

Bilangan 24:16  yang telah mendengar kata-kata Allah, dan boleh mengenal Yang Mahatinggi; yang melihat penampakan dari Yang Mahakuasa sambil rebah namun dengan mata terbuka.(BIS)

Numbers 24:16, "He hath said, which heard the words of God, and knew the knowledge of the most High, which saw the vision of the Almighty, falling into a trance, but having his eyes open:"

___________________________________________________________________________________

6. Nabi yang diramalkan pada saat turunnya wahyu, maka akan terjadi :
   - 1. Ketika mendapat VISI dia akan merasakan ketakutan,  maka ketika dia berbicara, dia akan mewakilkan Tuhannya untuk berbicara. Dalam arti yang harfiah adalah menyampaikan ajaran-Nya.
   - 2. Bisa juga ketika dia mendapatkan wahyu dia tidak bisa berbicara, tetapi dia bisa berbicara. Atau dia berkata AKU tidak dapat MEMBACA, tetapi dia bisa MEMBACA.
   - 3. Dia akan kehilangan kesadaran atau bisa disebut pingsan, atau dalam maksud lainnya kehabisan napas saat mendapatkan wahyu dari yang Maha Kuasa.

Daniel 10:17 Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku
dan tidak ada lagi nafas padaku?"(TB)

Daniel 10:17 Aku seperti seorang hamba yang berdiri di hadapan tuannya. Bagaimana mungkin aku bicara kepada Tuan? Tenagaku habis dan napasku sesak."(BIS)

Daniel 10:17, "For how can the servant of this my lord talk with this my lord? for as for me, straightway there remained no strength in me, neither is there breath left in me."

___________________________________________________________________________________

7. Saat mendapatkan wahyu, sekali "sentuhan" maka utusan itu akan bangkit kembali.

Daniel 10:18 Lalu dia yang rupanya seperti manusia itu menyentuh aku pula dan memberikan aku kekuatan,(TB)

Daniel 10:18  Maka sekali lagi ia menyentuh aku, lalu kurasa tenagaku bertambah.(BIS)

Daniel 10:18, "Then there came again and touched me one like the appearance of a man, and he strengthened me,"

___________________________________________________________________________________

Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

8. Nabi yang diramalkan tidak akan mentafsirkan wahyu dari Tuhan. Sehingga tidak akan menimbulkan kesalahpahaman. Ayat yang dibacakan sesuai dengan makna yang dimaksudkan. Dan perlu diingat bahwa penafsiran bukanlah wahyu tetapi adalah hasil pemikiran manusia.

2 Petrus 1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,(TB)

2 Petrus 1:20 Terutama sekali hendaklah kalian ingat ini: Pesan Allah yang disampaikan oleh para nabi tidak boleh ditafsirkan menurut pendapat sendiri.(BIS)

2 Peter 1:20, "Knowing this first, that no prophecy of the scripture is of any private interpretation."

 A true Prophet NEVER gives his private interpretation. He only shares what the Lord reveals. Scripture defines Scripture, not man.

Ayat yang ditafsirkan dan dimasukkan ke dalam kitab akan berubah inti dan maknanya, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda. Hal yang diakui sebagai wahyu dalam Islam adalah teks arab Al-Qur'an yang diterima Nabi Muhammad. Kalau sudah diubah susunan kata ataupun diganti kata atau sinonimnya, hal itu tidak lagi wahyu, tetapi sudah merupakan penafsiran dari ayat Al-Qur’an.

___________________________________________________________________________________

Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

9. Nabi yang diramalkan menerima wahyu / ramalan dari Tuhannya. Dia hanya mencari untuk menegakkan kalimat Tuhannya, bukan untuk memuliakan dirinya sendiri.

2 Petrus 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.(TB)

2 Petrus 1:21 Sebab, tidak pernah pesan dari Allah dikabarkan hanya atas kemauan manusia. Tetapi Roh Allah menguasai orang untuk menyampaikan pesan dari Allah sendiri.(BIS)

2 Peter 1:21, "For the prophecy came not in old time by the will of man: but holy men of God spake as they were moved by the Holy Ghost."

___________________________________________________________________________________

Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

10. Nabi yang diramalkan akan memdidik, memberi nasehat, menghibur disaat yang kesulitan kepada umatnya, sehingga mendorong umatnya untuk mandiri dan maju.

1 Korintus 14:3-4 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.(TB)

1 Korintus 14:3-4 Sebaliknya orang yang menyampaikan berita dari Allah, menyampaikannya kepada manusia; untuk menguatkan mereka, untuk memberi semangat kepada mereka dan untuk menghibur mereka.Orang yang berbicara dalam bahasa yang ajaib hanya menguatkan dirinya sendiri saja, sedangkan orang yang menyampaikan berita dari Allah menolong jemaat menjadi maju.(BIS)

1 Corinthians 14:3-4, "But he that prophesieth speaketh unto men to edification, and exhortation, and comfort. He that speaketh in an unknown tongue edifieth himself; but he that prophesieth edifieth the church."

___________________________________________________________________________________

Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

11. Nabi yang diramalkan tidak akan mempunyai mujizat/keajaiban, mempunyai mujizat tidak akan memenuhi ramalan.

Matius 24:24-25 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.(TB)

Matius 24:24-25 Sebab akan muncul penyelamat-penyelamat palsu dan nabi-nabi palsu. Mereka akan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang luar biasa, dan keajaiban-keajaiban untuk menipu, kalau mungkin, umat Allah juga.Jadi, ingatlah! Aku sudah memberitahukannya kepada kalian lebih dahulu sebelum hal itu terjadi.(BIS)

Matthew 24:24-25, "For there shall arise false Christs, and false prophets, and shall shew great signs and wonders; insomuch that, if it were possible, they shall deceive the very elect.  Behold, I have told you before."

8. Wahyu dari Tuhan tidak boleh ditafsirkan menurut pendapat sendiri

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !


Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

8. Nabi yang diramalkan tidak akan mentafsirkan wahyu dari Tuhan. Sehingga tidak akan menimbulkan kesalahpahaman. Ayat yang dibacakan sesuai dengan makna yang dimaksudkan. Dan perlu diingat bahwa penafsiran bukanlah wahyu tetapi adalah hasil pemikiran manusia.

2 Petrus 1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,(TB)

2 Petrus 1:20 Terutama sekali hendaklah kalian ingat ini: Pesan Allah yang disampaikan oleh para nabi tidak boleh ditafsirkan menurut pendapat sendiri.(BIS)

2 Peter 1:20, "Knowing this first, that no prophecy of the scripture is of any private interpretation."

 A true Prophet NEVER gives his private interpretation. He only shares what the Lord reveals. Scripture defines Scripture, not man.

========================================================================

Ayat yang ditafsirkan dan dimasukkan ke dalam kitab akan berubah inti dan maknanya, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda. Hal yang diakui sebagai wahyu dalam Islam adalah teks arab Al-Qur'an yang diterima Nabi Muhammad s.a.w.. Kalau sudah diubah susunan kata ataupun diganti kata atau sinonimnya, hal itu tidak lagi wahyu, tetapi sudah merupakan penafsiran dari ayat Al-Qur’an.
Dilihat dari sudut materi ada ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah atau oleh Rasul bila beliau menerima penjelasan dari Allah. Pengecualian ini mengandung beberapa kemungkinan arti, antara lain :
1.      Ada ayat-ayat yang memang tidak mungkin dijangkau pengertiannya oleh seseorang, seperti : ya-sin, alif lam mim, dan sebagainya.
2.      Ada ayat-ayat yang hanya diketahui secara umum artinya, atau sesuai dengan bentuk luar redaksinya, tetapi tidak dapat didalami maksudnya, seperti masalah-masalah metafisika, perincian ibadah an-sich, dan sebagainya, yang tidak termasuk dalam wilayah pemikiran atau jangkauan akal manusia.

Sejak Rasulullah s.a.w. dikenal dua cara penafsiran al-Qur'an. - Pertama, penafsiran berdasarkan petunjuk wahyu. - Kedua, penafsiran berdasarkan ijtihad atau ra’yi. Di masa sahabat, sumber untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an di samping ayat Al-Qur'an sendiri, juga riwayat dari Nabi s.a.w. dan ijtihad mereka. Pada abad-abad selanjutnya, usaha untuk menafsirkan Al-Qur'an berdasarkan ra’yi atau nalar mulai berkembang sejalan dengan kemajuan taraf hidup manusia yang di dalamnya sarat dengan persoalan-persoalan yang tidak selalu tersedia jawabannya secara eksplisit dalam Al-Qur'an.

4. Nabi yang diramalkan akan mendapatkan Visi / Mimpi dari Tuhannya.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !


Bilangan 12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.(TB)

Bilangan 12:6 dan TUHAN berkata, "Dengarlah kata-kata-Ku ini! Jika di antara kamu ada seorang nabi, Aku menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan-penglihatan dan berbicara dengan dia dalam mimpi.(BIS)

Numbers 12:6, "And he said, Hear now my words: If there be a prophet among you, I the LORD will make myself known unto him in a vision, and will speak unto him in a dream."
=======================================================================

Wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw dimulai pada LAILATUL QADAR (salah satu malam ganjil setelah tanggal 21 sampai akhir Ramadhan) setelah Nabi Muhammad saw telah melewati usianya yang ke empat puluh (yaitu sekitar tahun 610), selama pengasingan di gua Hira 'di gunung dekat Mekah...
.
Berdasarkan pada Hadist Shahih Bukhari No. Hadist 4572 / Volume 6, Book 60, Number 478 :
.
bahwa Aisyah radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; Peristiwa awal turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah diawali dengan Ar Ru`yah Ash Shadiqah (mimpi yang benar) di dalam tidur. Tidaklah beliau bermimpi, kecuali yang beliau lihat adalah sesuatu yang menyerupai belahan cahaya subuh. Dan di dalam dirinya dimasukkan perasaan untuk selalu ingin menyendiri. Maka beliau pun memutuskan untuk berdiam diri di dalam gua Hira`, beribadah di dalamnya pada malam hari selama beberapa hari dan untuk itu, beliau membawa bekal.

Sumber Hadist online --> Hadist Shahih Bukhari No. Hadist 4572 : http://lidwa.com/app/?k=bukhari&n=4574/

Volume 6, Book 60, Number 478 :
Sumber google

6. Nabi yang diramalkan pada saat turunnya wahyu, maka akan terjadi :

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !

- 1. Ketika mendapat VISI dia akan merasakan ketakutan,  maka ketika dia berbicara, dia akan mewakilkan Tuhannya untuk berbicara. Dalam arti yang harfiah adalah menyampaikan ajaran-Nya.
- 2. Bisa juga ketika dia mendapatkan wahyu dia tidak bisa berbicara, tetapi dia bisa berbicara. Atau dia berkata AKU tidak dapat MEMBACA, tetapi dia bisa MEMBACAKAN kalimat yang diucapkan oleh pembawa wahyu.
- 3. Dia akan kehilangan kesadaran atau bisa disebut pingsan, atau dalam maksud lainnya kehabisan napas saat mendapatkan wahyu dari yang Maha Kuasa.

Daniel 10:17 Masakan aku, hamba tuanku ini dapat berbicara dengan tuanku! Bukankah tidak ada lagi kekuatan padaku
dan tidak ada lagi nafas padaku?"(TB)

Daniel 10:17 Aku seperti seorang hamba yang berdiri di hadapan tuannya. Bagaimana mungkin aku bicara kepada Tuan? Tenagaku habis dan napasku sesak."(BIS)

Daniel 10:17, "For how can the servant of this my lord talk with this my lord? for as for me, straightway there remained no strength in me, neither is there breath left in me."

========================================================================


Masih dalam pembuatan
/*Tenagaku habis dan napasku sesak. = Pingsan.

Sedangkan Nabi Muhammad saw, pingsan dan tidak sadarkan diri ketika melihat Jibril pertama kalinya.

Menurut suatu riwayat dari Ibnu Abbas, Jibril pernah memperlihatkan diri dalam rupanya yang asli kepada Nabi Muhammad SAW di bukit ‘Arafah. Maka kelihatanlah tubuhnya yang memenuhi dari Masyriq sampai ke Maghrib, kakinya terhunjam ke bumi dan kepalanya menunjak ke langit. Setelah melihatnya dalam kehebatan itu, pingsanlah Nabi SAW.*/

2. Nabi yang diramalkan membawa ramalan dan akurat 100%

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !

 

2. Nabi yang diramalkan membawa ramalan dan akurat 100%, tidak ada kesalahan sama sekali (sempurna), tafsir yang kedua adalah nabi itu bernubuat tentang damai dan membawa kesejahteraan atau bisa juga ditafsirkan membawa ajaran tentang kedamaian.


Yeremia 28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."(TB)

Yeremia 28:9 Tapi nabi yang meramalkan keadaan damai, hanya dapat diakui sebagai nabi yang sungguh-sungguh diutus oleh TUHAN, kalau ramalan-ramalannya menjadi kenyataan."(BIS)

Jeremiah 28:9, "The prophet which prophesieth of peace, when the word of the prophet shall come to pass, then shall the prophet be known, that the LORD hath truly sent him."


Islam berarti penyerahan total kepada Allah Ta'ala melalui kepercayaan, Keesaan-Nya, dan menunjukkan tunduk dan ketaatan kepada-Nya. Inilah makna Islam. Dengan demikian, Islam berarti penyerahan diri dan tunduk pada kehendak Allah dengan cara percaya Keesaan-Nya, yang dikhususkan kepada-Nya, mematuhi perintah-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang.
Islam juga berarti penyerahan diri pada Allah dengan Tauhid (keyakinan akan keesaan Allah / monoteisme), pengunduran diri kepada-Nya melalui ketaatan, dan penolakan syirik (menyekutukan lain dengan Allah dalam KeilahianNya atau ibadah) dan orang-orangnya.

Akar kata bahasa Arab 'aslama' berarti untuk menunjukkan penyerahan dan menyerah kepada seseorang dan mematuhi perintah-Nya.

Ada beberapa agama yang dinamakan oleh manusia sendiri semisalnya KRISTEN dari antioch setelah agama itu telah terdistorsi. Nama ini benar-benar salah. Tapi alasan yg jelas adalah setiap agama dapat dikaitkan dengan nabinya, Musa a.s. lalu Isa a.s. (Yesus Kristus), Muhammad saw...

Itulah Islam, seperti firman Allah Ta'ala : "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (Qs 5:3)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.(QS. 3:19)

Hal itu adalah karena mereka mengaku: `Kami tidak akan disentuh oleh api neraka selain beberapa hari yang dapat dihitung`. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.(QS. 3:24)


Penjelasan :

(Qs 3:19)      Pada ayat ini Allah menerangkan agama yang diakui Nya hanyalah agama Islam yaitu agama tauhid, agama yang mengesakan Allah SWT. Allah menerangkan bahwasanya agama yang sah di sisi Allah hanyalah Islam . Semua agama dan syariat yang dibawa nabi-nabi terdahulu intinya satu, ialah "Islam" yaitu berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa, menjunjung tinggi perintah-perintah Nya dan berendah diri kepada Nya walaupun syariat-syariat itu berbeda di dalam beberapa kewajiban ibadah dan lain-lain.
Maka yang dinamakan orang Islam yang benar ialah orang yang ikhlas di dalam melaksanakan segala amalnya, serta kuat imannya lagi bersih dari syirik.
Allah mensyariatkan agama untuk dua macam tujuan:
1.Membersihkan jiwa manusia dan akalnya daripada kepercayaan yang tidak benar seperti mengakui adanya kekuasaan gaib pada makhluk Allah.
2.Memperbaiki jiwa manusia dengan amal perbuatan yang baik dan memurnikan keikhlasan kepada Allah.
Kemudian Allah menggambarkan perselisihan para ahli kitab tentang agama yang sebenarnya.
Sebenarnya mereka tidaklah keluar dari agama Islam, agama tauhid yang dibawa oleh para nabi-nabi, seandainya pemimpin-pemimpin mereka tidak berbuat aniaya dan melampaui batas sehingga mereka berpecah belah menjadi bermazhab-mazhab serta membunuh nabi-nabi. Perpecahan dan peperangan di antara mereka tidak patut terjadi karena mereka adalah satu agama Tetapi karena kedengkian di antara pemimpin-pemimpin mereka, dan dukungan mereka terhadap satu mazhab untuk mengadakan mazhab yang lain, timbullah perpecahan itu. Perpecahan itu bertambah sengit setelah pemimpin-pemimpin itu menyesatkan lawannya dengan jalan menafsirkan nash-nash agama menurut hawa nafsu mereka.
Sejarah telah membuktikan, bahwa raja-raja dan pendeta-pendetalah yang telah memecah belah agama masehi, sehingga menjadi beberapa mazhab yang saling bertentangan.
Arius, seorang pemimpin kaum Nasrani, dan pengikut-pengikutnya yang mengajak umat Masehi kembali kepada tauhid telah dijatuhi hukuman sebagai orang mulhid (kafir) Dan kitab-Kitabnya dibakar dan ajaran-ajarannya dilarang berdasarkan persidangan yang dibentuk oleh Konstantien pada tahun 325 M.
Ketika ajaran Arius berkembang dalam masyarakat, pengikut-pengikut Arius dimusnahkan oleh Theodosius II, berdasarkan undang-undang yang dikeluarkan pada tahun 628 M. Maka dengan demikian mazhab-mazhab Trinitas tetap berkembang, dan tetap saling bertentangan.

(Qs 3:24)     Ayat ini menerangkan alasan atau sebab yang mendorong orang-orang Yahudi untuk menentang dan berpaling dari pada kebenaran. Mereka mempunyai paham yang sudah melekat dalam iktikad mereka, bahwa mereka tidak akan kena azab api neraka kecuali beberapa hari tertentu saja. Anggapan yang sudah melekat kuat ini meresap dalam jiwa mereka, dan akhirnya membentuk sikap mental mereka. Sehingga mereka menganggap enteng hukuman-hukuman yang akan menimpa mereka. Ini disebabkan oleh karena mereka merasa ada hubungan darah dengan para nabi, dan menganggap bahwa mereka akan selamat dari siksa api neraka asal saja mereka tetap dalam agama Yahudi itu. Jadi menurut paham mereka hubungan keturunan dengan nabi, serta tetap tercatat sebagai penganut agama Yahudi itu sudah menjamin untuk dapat masuk surga.
Memang, barang siapa yang menganggap enteng ancaman Allah, karena percaya bahwa azab itu tidak akan turun menimpanya, maka lenyaplah penghargaan terhadap perintah-perintah Allah serta larangan-larangan Nya.
Mereka berani memperkosa agama. Demikianlah keadaan suatu umat, ketika mereka mulai meninggalkan agamanya, mereka sudah tidak segan-segan lagi untuk melakukan kejahatan. Gejala membelakangi agama sedemikian ini nampak pada orang-orang Yahudi, Nasrani dan sudah mulai nampak gejalanya di kalangan orang-orang Islam.
Orang Yahudi mengira bahwa mereka jika masuk neraka hanya diazab dalam "beberapa hari yang dapat dihitung" ialah 40 hari; sejumlah hari yang mereka gunakan untuk menyembah anak sapi. Sebenarnya tidak ada keterangan yang dapat dipercayai untuk menegaskan bilamana hari yang dimaksud, kecuali anggapan kosong dari orang-orang Yahudi.
Segala kebohongan yang telah mereka ada-adakan telah menipu mereka dalam agama, misalnya ucapan mereka: "Kami adalah anak-anak Tuhan dan kekasih Nya" dan kata-kata mereka "Sesungguhnya nenek moyang kami nabi-nabi yang akan memberikan syafa'at kepada kami" dan "Sesungguhnya Allah telah berjanji kepada Ya'kub tidak akan mengazab anak-anak keturunannya, kecuali hanya dalam tempo yang pendek".

5. Nabi yang diramalkan pada saat turunnya wahyu, Matanya akan terbuka.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !


5. Nabi yang diramalkan pada saat turunnya wahyu, Matanya akan terbuka.

Bilangan 24:4  yang telah mendengar kata-kata Allah dan melihat penampakan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata terbuka.(TB)

Bilangan 24:4  tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.(BIS)

Numbers 24:4 "He hath said, which heard the words of God, which saw the vision of the Almighty, falling into a trance, but having his eyes open:"

Bilangan 24:16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.(TB)

Bilangan 24:16  yang telah mendengar kata-kata Allah, dan boleh mengenal Yang Mahatinggi; yang melihat penampakan dari Yang Mahakuasa sambil rebah namun dengan mata terbuka.(BIS)

Numbers 24:16, "He hath said, which heard the words of God, and knew the knowledge of the most High, which saw the vision of the Almighty, falling into a trance, but having his eyes open:" 


Tafsir : Sifat orang yang mendengarkan firman Allah, menerimanya dengan hati yang resah, perasaannya tidak seperti biasanya.




Untuk lebih mengetahui seperti apa Hati seseorang yang menerima wahyu dan mendengarkan firman Allah, sebaiknya kita membaca hadits yang berkaitan yaitu Hadits Bukhari beserta penjelasannya.

Hadits 2 Al-Bukhari : Cara Turunnya Wahyu
 عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ - رضى الله عنها - أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ - رضى الله عنه - سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْىُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « أَحْيَانًا يَأْتِينِى مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ - وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَىَّ - فَيُفْصَمُ عَنِّى وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِىَ الْمَلَكُ رَجُلاً فَيُكَلِّمُنِى فَأَعِى مَا يَقُولُ » . قَالَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْىُ فِى الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ ، فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا
Dari Aisyah Ummul Mukminin r.a. bahwa Harits bin Hisyam r.a. bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Ya Rasulullah, bagaimana caranya wahyu turun kepada Anda?" Rasulullah menjawab, "kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku seperti bunyi lonceng. Itulah yang sangat berat bagiku. Setelah bunyi itu berhenti, aku baru mengerti apa yang disampaikannya. Kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang laki-laki menyampaikan kepadaku dan aku mengerti apa yang disampaikannya," Aisyah berkata, "Aku pernah melihat Nabi ketika turunnya wahyu kepadanya pada suatu hari yang amat dingin. Setelah wahyu itu berhenti turun, kelihatan dahi Nabi bersimpah peluh."

Hadits di atas adalah hadits ke-2 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Bad’il Wahyi (كتاب بدء الوحى) (Permulaan Turunnya Wahyu). Meskipun Imam Bukhari tidak memberikan bab pada hadits kedua ini, dari matannya terlihat jelas bahwa ia memuat cara turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW.
أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ : Adalah gelar bagi istri-istri Nabi. Kata ini diambil dari firman Allah SWT, "istri-istri Nabi adalah ibu-ibu mereka (kaum muslimin)." Artinya dalam menghormati mereka dan larangan menikahinya.
Harits bin Hisyam adalah seorang dari bani Makhzumi, saudara kandung Abu Jahal bin Hisyam. Ia masuk Islam pada Fathu Makkah, termasuk tokoh dari kalangan sahabat. Ia meninggal pada waktu penaklukan negeri Syam.
 كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْىُ
 Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menanyakan sifat wahyu, sifat pembawa wahyu, atau yang lebih umum dari itu. Sehingga Rasulullah menjawab pertanyaan ini dengan dua cara turunnya wahyu kepada beliau yang juga mengandung sifat wahyu dan sifat pembawanya.
 أَحْيَانًا يَأْتِينِى مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ - وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَىَّ - فَيُفْصَمُ عَنِّى وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ
أَحْيَانًا : Bentuk jamak dari حين yang berarti waktu yang banyak atau sedikit. Seakan-akan Nabi berkata أَوْقَاتًا يَأْتِينِي (beberapa kali dia datang kepadaku).
مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ : Shalshalah adalah suara yang dihasilkan dari benturan antara besi, kemudian kata tersebut dinisbatkan kepada semua yang menimbulkan dengung. Sedangkan Jaras adalah lonceng kecil atau kerincingan yang digantungkan pada hewan.
وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَىَّ : Itulah yang sangat berat bagiku. Memahami perkataan dengan bunyi lonceng lebih sulit daripada memahami perkataan secara langsung. Sebagian ulama mengatakan bahwa berat atau sulitnya menerima wahyu bertujuan agar Nabi lebih konsentrasi. Ulama lain mengatakan biasanya cara seperti ini ketika wahyu yang turun membicarakan masalah adzab, namun pendapat ini diperselisihkan.
 فَيُفْصَمُ عَنِّى وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ: (Setelah bunyi itu berhenti aku baru mengerti apa yang disampaikannya). Artinya, Rasulullah SAW mengerti perkataan yang disampaikan setelah bunyi itu berhenti. Inilah yang menguatkan bahwa turunnya wahyu melalui perantaraan malaikat.
 وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِىَ الْمَلَكُ رَجُلاً فَيُكَلِّمُنِى فَأَعِى مَا يَقُولُ
يَتَمَثَّلُ لِىَ الْمَلَكُ رَجُلاً : Malaikat menjelma seperti seorang laki-laki. Hadits ini sekaligus menjadi dalil bahwa malaikat dapat menyerupai manusia. Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa perubahan ini hanyalah perubahan bentuk saja, bukan dzat malaikat. Contoh yang sangat terkenal dalam hal ini adalah ketika Jibril datang bertanya kepada Rasulullah tentang Islam, Iman, dan Ihsan. Yaitu hadits yang juga dicantumkan Imam Nawawi dalam Kitab Arbain nomor kedua.
فَيُكَلِّمُنِى : Lafazh inilah yang banyak digunakan oleh para perawi. Karena malaikat menyerupai manusia, maka perkatannya pun sebagaimana perkataan manusia umumnya sehingga mudah dipahami begitu saja.
 يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْىُ فِى الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ ، فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا
(ketika turun wahyu kepada Rasulullah pada suatu hari yang amat dingin, setelah wahyu itu berhenti turun, kelihatan dahi Nabi bersimpah peluh)

 Inilah kesaksian Aisyah yang menyaksikan bertanya Rasulullah dalam menerima wahyu sehingga dahi beliau penuh keringat walaupun berada di musim dingin. Lelah, dan sangat serius menerima perkara besar yang menjadi petunjuk bagi manusia demi keselamatan mereka di dunia dan akhirat.
[Diringkas dari Fathul Baari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani]

Subhanallah.....Maha Kuasa Allah atas segala sesuatu.

Salam Damai Islam  

9. Nabi yang diramalkan menerima wahyu / ramalan dari Tuhannya.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !


Ayat ini ada didalam perjanjian baru dan masih diragukan kebenarannya.

9. Nabi yang diramalkan menerima wahyu / ramalan dari Tuhannya. Dia hanya mencari untuk menegakkan kalimat Tuhannya, bukan untuk memuliakan dirinya sendiri.

2 Petrus 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.(TB)

2 Petrus 1:21 Sebab, tidak pernah pesan dari Allah dikabarkan hanya atas kemauan manusia. Tetapi Roh Allah menguasai orang untuk menyampaikan pesan dari Allah sendiri.(BIS)

2 Peter 1:21, "For the prophecy came not in old time by the will of man: but holy men of God spake as they were moved by the Holy Ghost."

Tafsir : Seseorang nabi akan diberikan wahyu dari Allah, dan Roh Allah itu sendiri jika diartikan adalah Malaikat Jibril. sebab tidak mungkin jika Allah turun ke dunia dan menyampaikan wahyu tersebut, pasti wahyu tersebut akan dibawa turun oleh ciptaan-Nya, yaitu Malaikat Jibril

=======================================================================

Jika kita perhatikan ayat ini maka cocok dengan ayat diatas : 
Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, (Qs 81:15-20)

Subhanallah......Maha Kuasa Allah atas semua makhluk-Nya.

Salam Damai Islam

1. Utusan Tuhan mampu memprediksikan masa depan, jika prediksinya gagal maka dia bukanlah utusan Tuhan.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !


Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- 22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."(TB)

Ulangan 18:21  Mungkin kamu bertanya dalam hati, 'Bagaimana kami tahu apakah pesan seorang nabi itu berasal dari TUHAN atau tidak?' -- 22 Kalau seorang nabi berbicara atas nama TUHAN, tetapi apa yang dikatakannya itu tidak terjadi, maka ramalan itu bukan dari TUHAN. Nabi itu berbicara atas namanya sendiri dan kamu tak usah takut kepadanya."(BIS)

Deuteronomy 18:21-22, "And if thou say in thine heart, How shall we know the word which the LORD hath not spoken? When a prophet speaketh in the name of the LORD, if the thing follow not, nor come to pass, that is the thing which the LORD hath not spoken, but the prophet hath spoken it presumptuously: thou shalt not be afraid of him."

========================================================================

Dalam Al-Qur'an telah dituliskan sebagai berikut :
Alif Laam Miim, Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

     Tafsir Jalalain Qs Ar Rum 1-60

Ar-Ruum

1. (Alif lam mim) hanya Allah yang mengetahui maksudnya.

2. (Telah dikalahkan bangsa Romawi) mereka adalah ahli kitab yang dikalahkan oleh kerajaan Persia yang bukan ahli kitab, bahkan orang-orang Persia itu penyembah berhala. Dengan adanya berita ini bergembiralah orang-orang kafir Mekah, kemudian mereka mengatakan kepada kaum Muslimin, "Kami pasti akan mengalahkan kalian, sebagaimana kerajaan Persia telah mengalahkan kerajaan Romawi."

3. (Di negeri yang terdekat) yakni di kawasan Romawi yang paling dekat dengan wilayah kerajaan Persia, yaitu di jazirah Arabia; kedua pasukan yang besar itu bertemu di tempat tersebut, pihak yang mulai menyerang adalah pihak Persia, lalu bangsa Romawi berbalik menyerang (dan mereka) yakni bangsa Romawi (sesudah dikalahkan itu) di sini mashdar dimudhafkan pada isim maf'ul, maksudnya sesudah orang-orang Persia mengalahkan mereka, akhirnya mereka (akan menang) atas orangorang Persia.

4. (Dalam beberapa tahun lagi) pengertian lafal bidh'u siniina adalah mulai dari tiga tahun sampai dengan sembilan atau sepuluh tahun. Kedua pasukan itu bertemu kembali pada tahun yang ketujuh sesudah pertempuran yang pertama tadi. Akhirnya dalam pertempuran ini pasukan Romawi berhasil mengalahkan pasukan kerajaan Persia. (Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudahnya) yakni sebelum bangsa Romawi menang dan sesudahnya. Maksudnya, pada permulaannya pasukan Persia dapat mengalahkan pasukan Romawi, kemudian pasukan Romawi menang atas mereka dengan kehendak Allah. (Dan di hari itu) yakni di hari kemenangan bangsa Romawi (bergembiralah orang-orang yang beriman).

5. (Karena pertolongan Allah) kepada mereka atas pasukan Persia; orang-orang Mukmin merasa gembira mendengar berita ini, dan mereka mengetahui berita ini melalui malaikat Jibril yang turun memberitahukannya ketika mereka sedang dalam perang Badar. Kegembiraan mereka menjadi bertambah setelah mereka mendapat kemenangan atas orang-orang musyrik di dalam perang Badar (Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa) Maha Menang (lagi Maha Penyayang) kepada orang-orang Mukmin.

6. (Sebagai janji yang sebenar-benarnya dari Allah) lafal ayat ini merupakan mashdar sebagai badal atau pengganti dari lafal  berikut fi'ilnya; asalnya adalah wa'adahumullaahun-nashra; artinya Allah menjanjikan pertolongan kepada mereka (Allah tidak akan menyalahi janji-Nya) yakni pertolongan itu (tetapi kebanyakan manusia) orang-orang kafir Mekah (tidak mengetahui) janji- Nya yang akan menolong orang-orang beriman.

7. (Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia) maksudnya urusan penghidupan dunia seperti berdagang, bercocok tanam, membangun rumah, bertanam dan kesibukan-kesibukan duniawi lainnya. (Sedangkan mereka terhadap kehidupan akhirat adalah lalai) diulanginya lafal hum mengandung makna taukid atau untuk mengukuhkan makna kelalaian mereka.
=======================================================================

Sekarang mari kita membicarakan fakta :

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Byzantium Kristen di tangan bangsa Persia (bangsa Majusi penyembah api dan berhala), ketika Byzantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Byzantium dalam waktu dekat akan mendapatkan kemenangan. Padahal, Byzantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali.

Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Byzantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Byzantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Byzantium, diserbu oleh bangsa Persia.

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Byzantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat-ayat pertama Surat Ar-Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Byzantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Alquran takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar-Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Byzantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Byzantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Byzantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Byzantium.

Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah dalam Alquran, secara ajaib menjadi kenyataan dan terbukti kebenarannya.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar-Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan “Adnal Ardli” dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani“, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Byzantium dan Persia, ketika Byzantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Byzantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Alquran, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Dan berita ini sudah disampaikan oleh Alquran lebih dari 1400 tahun yang lalu.

Lagi-lagi ini merupakan bukti bahwa nubuat dan ramalan dalam Alquran benar-benar terjadi dan benar pula menurut science modern.  dan sekaligus membuktikan banhwa Alquran benar-benar wahyu Ilahi.

Sumber tafsir dari harun yahya : http://www.amazinglight.info/prediction-kemenangan-byzantium.html

Subhanallah......Maha Besar Allah dengan segala Firman-Nya.

Salam

3. Ukuran menentukan utusan yg dikirim oleh Tuhan itu adalah benar-benar seorang Rasul dari Allah yg mengajarkan agamanya.

Artikel sebelumnya : 11 kunci kenabian menurut Alkitab !

Ukuran menentukan utusan yang dikirim oleh TUHAN itu adalah dengan mencocokkan AJARAN yg dibawanya dengan Ajaran TUHAN !!

Yesaya 8:20 Carilah pengajaran dan kesaksian!(TB)

Yesaya 8:20  Jawablah begini, "Dengarkan ajaran TUHAN! Orang yang tidak bicara sesuai dengan ajaran itu, tidak mempunyai harapan."(BIS)

Isaiah 8:20, "To the law and to the testimony: if they speak not according to this word, it is because there is no light in them."

=======================================================================

Utusan Tuhan tetap mengerjakan perintah Tuhan yang ada didalam Perjanjian baru, jika ada nabi yang tidak sesuai dengan ajaran-Nya maka nabi itu adalah PALSU !!


10 PERINTAH TUHAN MENURUT KRISTEN
 1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepadaKu saja, dan
 2. Cintailah Aku lebih dari segala sesuatu
 3. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat
 4. Kuduskanlah hari Tuhan
 5. Hormatilah ibu-bapamu
 6. Jangan membunuh
 7. Jangan berzinah
 8. Jangan mencuri
 9. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu
 10. Jangan mengingini istri sesamamu, Jangan mengingini milik sesamu secara tidak adil

Dan inilah 10 PERINTAH TUHAN DI AL-QUR’AN :
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1.Tiada Tuhan selain Allah [Qs Al-Hasyr 59:23]
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

2.Jangan menyembah berhala [Qs.Al-Baqarah 2:22]
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui. [30]. Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

3.Mempersekutukan Tuhan (syirik) [Qs. An-Nisaa' 4:116]
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

4.Kuduskan hari sabat [Qs. Al-Jumu’ah 62:9]
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
[[1475]. Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum’at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

Sedangkan masalah hari Sabat yang ini, ternyata memang mendapatkan perubahan yang mendasar, di mana umat Islam diberikan sebuah hari lain khusus yaitu hari Jumat. Hari Jumat dipilihkan Allah SWT untuk umat nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman.
Dalam Islam hari sabat (hari ketujuh) adalah jatuh pada hari Jum’at atau sering disebut di amerika dengan unkapan GIF= The Great day Is Friday, karena memang jum’at hari agung.
sab’ah = hari ke 1, ahad=hari ke 2, itsnain=hari ke 3, tsalatsah=hari ke 4, arba’ah=hari ke 5, khamsah=hari ke 6, sittah=hari ke 7,

5.Hormati ibu-bapakmu [Qs. Al-Israa’ 17:23]
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[850].
[850]. Mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

6.Jangan membunuh [Qs Al-Israa' 17:33]
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan[854] kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.
[854]. Maksudnya: kekuasaan di sini ialah hal ahli waris yang terbunuh atau penguasa untuk menuntut kisas atau menerima diat.
  7.Jangan berzinah [Qs Al-Israa' 17:32 & Qs. An-Nuur 3]
- Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
- Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin[1028].
[1028]. Maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.
  8.Jangan Mencuri [Qs. Al-Maa’idah 5:38]
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

9.Sumpah Palsu [Qs. At-Taubah :942]
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri[644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
[644]. Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu

10.jangan menginginkan yang bukan milik atau hak kita. (Harta warisan dan harta anak yatim)
- Qs Asy Syu'araa' 26:183 Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

- Qs. Al-Baqarah 2:180. Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf[112], (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
[112]. Ma’ruf ialah adil dan baik. Wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu. Ayat ini dinasakhkan dengan ayat mewaris.

- Qs. An-Nisaa’ 4:2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA..

Salam