Sampaikan walau hanya satu ayat Al-Qur'an

Tampilkan postingan dengan label Menjawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menjawab. Tampilkan semua postingan

Apa nama yesus secara historis?


Yesus dan bahkan kristen awal berbicara dalam bahasa aram. Banyak dalam Perjanjian Lama (PL), misalnya kitab Daniel merupakan bahasa aram meskipun bagian terbesar dari salinan tangan telah tiada selamanya. Baik Textus Receptus yunani sebagi rujukan Perjanjian Baru (PB), maupun Tanakh yang telah distandarisasi sebagai rujukan PL bukan bahasa asli mereka.
..portions of the Old Testament books of Daniel and Ezra are written in Aramaic…Jesus and the Apostles also spoke this language.
In the early Christian era, Aramaic divided into East and West varieties. West Aramaic dialects includ Nabataean (formerly spoken in parts of Arabia), Palmyrene (spoken in Palmyra, which was northeast of Damascus), Palestinian-Christian, and Judeo-Aramaic. West Aramaic is still spoken in a small number of villages in Lebanon.
-Encyclopedia Britannica, Reference Index I, “Aramaic Language”, page 476-
Kita juga dapat membaca bahwa …
Parts of the books of Ezra and Daniel in the Bible were written in an Aramaic dialect, as were some notable Jewish prayers, such as the kaddish. Other important documents in Aramaic include portions of the Palestinian and Babylonian Talmuds and the Targum Onkelos, a commentary on the Pentateuch. Nabataean (the form of Aramaic current among the Nabataean Arabs), Samaritan, and Palmyrene were other significant ancient dialects of Aramaic.
Yesus berbicara dalam bahasa aram. Jadi, PB seharusnya mengacu padanya. Banyak dalam PL berbahasa aram juga, dan masyarakat kristen awal meliputi arabia dari palestina, Syria, Nabatea berbicara dalam bahasa aram.
Jadi apa nama Yesus dalam bahasa aram?
“EESHO M’SHEEKHA” -baca: iisyo masiikha- artinya Yesus sang Mesias.
- “Eesho M’sheekha” dalam bahasa Syriac. Syriac adalah varian baru dari aramaic yang tersebar luas pada umat kristen, yang selanjutnya disebut “Christian Aramaic”.
- “Eesho M’sheekha” dalam bahasa Aram, diambil langsung dari “Peshitta”. “Peshitta” adalah PB Aramaic dan lebih mendekati bahasa Yesus.
Jadi, Yesus pernah memanggil dirinya “Eesho” -baca: isyo- atau Lebih spesifik “Eesaa” -baca:iisa-karena Yahudi Palestina Utara melafalkan huruf “Shin” -syin- dengan “Sin”.
Kata ‘Isa’ dalam alkitab
Di bawah ini adalah gambar dari sebuah halaman yang diambil dari “International Bible Society translation in Farsi” dari pasal pertama Matius Kata-kata yang digarisbawahi berarti ‘Isa Masih’ atau ‘Isa’ berturut-turut. Hampir semua terjemahan alkitab selain bahasa Inggris (termasuk Arabic Bible) menggunakan nama Ibrani “Yeshua”, oleh karenanya sangat mengejutkan ketika mendapati ‘Isa Masih’ masih digunakan dalam Farsi Bible. penggunaan ‘Isa Masih’ Dalam terjemahan Farsi Bible membuktikan dengan sendirinya bahwa penerjemah kristen benar2 dapat menerima Nama Qur’anic untuk Yesus.
Kesimpulan
Secara singkat, mari kita uraikan keseluruhan argumen untuk memudahkan pembaca memahaminya:
1. Kata ‘Isa’ (عيسى) dalam Quran berasal dari ‘Isyo’ () dalam bahasa Aram, sebuah bahasa yang mendahului bahasa Ibrani selama ratusan tahun dan tidak pernah memiliki ikatan etimologi dengan kata turunan Ibrani “Yeshua”(ישוע) atau bahkan “Esau” (עשו)
Karena yesus berbicara dan mengajar dalam bahasa Aram, Alquran sangat akurat mengambil namanya dalam bahasa Aramaic dan bukan Kata Turunan Ibrani “Yeshua”(ישוע)
2. Nama ‘Yasua’ (يسوع) untuk nama Yesus dalam Arabic Bible adalah hanya sebuah transliterasi dari nama Ibrani “Yeshua”(ישוע) dan sebuah pemahaman yang keliru untuk mengklaim bahwa itu adalah nama Arab yang benar untuk Yesus, karena sebagaimana dikatakan Bahasa Ibrani bukan bahasa asli Yesus. Sehingga ayat-ayat suci yang dengan jelas menyatakan bahwa Quran adalah Bahasa Arab murni dan sempurna tidak terbantahkan.
Jadi, keakuratan sejarah dari quran dalam penggunaan “isa” daripada “yasua” untuk nama Yesus patut untuk benar2 diperhatikan. “Yasua” sebenarnya didasarkan pada nomenclatur Ibrani yang bermasalah untuk Yesus yang beralaskan ketidak setujuan dan kontroversi. Tidak ada persetujuan sejarah atau kemiripan bahwa Nama yesus adalah dalam bahasa Ibrani bahkan bila rujukan2 tersebut mengacu pada yesus!
Banyak penjelasan2 yang berlebihan yang berusaha meralat variasi nama Ibrani yesus ini, tapi semua didasarkan pada dugaan dan bukan atas bukti tekstual dan historis. Semua
permainan etimologi yang cacat tersebut tumbang oleh fakta yang jelas bahwa bahkan Ibrani adalah bukan bahasa yesus. Memang, beban pembuktian ada di tangan dunia kristen untuk menghasilkan bukti dokumentasi atas keberadaan Yesus pada masanya. Sebagaimana Allah telah berjanji dalam firmanNya:
Al Qashash:75. Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah (kebohongan) dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
terjemahan bebas dari http://www.answering-christianity.com/name_of_jesus.htm dengan editting seperlunya.

11 Pendapat mengenai Ayat terakhir turun kepada Rasulullah

  Banyak pendapat mengenai ayat yang terakhir turun. Dari berbagai pendapat tersebut, tentunya masing-masing memiliki alasan yang bisa dipertanggunjawabkan. Tidak seperti ayat yang turun pertama kali, Rasulullah Saw tidak menyatakan ayat apa yang terakhir, dan tidak ada hadist yang membahas masalah ini.

  Berdasar pada uraian di atas, maka dapat di angkat beberapa permasalahan yang menjadi point pembahasan dalam makalah ini. Adapun yang diangkat sebagai permasalahan adalah :
1. Bagaimana penafsiran ulama mengenai perbedaan pendapat tentang ayat terakhir turun ?
2. Apa yang menjadi dasar terhadap pendapat ulama yang kelihatannya tidak sependapat tentang ayat yang terakhir turun ?
3. Bagaimana Hubungan Ayat terakhir turun dengan pendidikan
Agar tidak terjebak pada pembahasan di luar tema, maka pembahasan ini hanya difokuskan pada permasalahan tersebut di atas.


1. Ada yang berpendapat, ayat Al-Qur'an yang terakhir diturunkan ialah :
وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللهِ
"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (Qs 2:281)
 Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan an-Nasa’i dan lain-lain dari Ibnu Abbas dan Said bin Jubair, Ibnu Abbas menambahkan Rasulullah masih hidup saat ayat ini turun dan kemudian berpulang ke rahmatullah.

2. Sebagian berpendapat bahwa ayat yang terakhir kali turun adalah ayat mengenai riba. Pendapat ini didasarkan pada hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dari Ibnu Abbas.
يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَابَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman." (Qs 2:278)

3. Pendapat lain mengatakan bahwa yang terakhir kali turun itu ayat tentang hutang. Dasarnya adalah hadits At-Tabari yang diriwayatkan dari Sa’id bin Musayyab bahwa telah sampai kepadanya bahwa ayat Al-Qur'an yang akhir turun ialah ayat mengenai hutang.
يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya." (Qs 2:282)
Ketiga riwayat itu dapat dipadukan, yaitu bahwa ketiga ayat tersebut di atas diturunkan sekaligus seperti urutannya dalam di dalam mushaf, yaitu ayat riba, ayat “peliharalah dirimu..” dan ayat tentang hutang, karena ayat-ayat itu masih satu kisah. Tapi kemudian setiap rawi dia meriwayatkan sebagian yang turun itu adalah ayat yang terakhir. Itu tidaklah salah dan tidak bertentangan.

4. Ada pendapat lain bahwa ayat yang terakhir turun adalah ayat Kalalah(seseorang mati yang tidak meninggalkan ayah dan anak). Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari al-Baro’ bin Azib.
يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلاَلَةِ
“ Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah” (Qs 4:176)
Namun ayat yang terakhir turun menurut hadits Baro’ ini adalah berhubungan dengan masalah warisan.

5. Ada pendapat lain bahwa ayat yang terakhir turun adalah ayat  :  “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri..” (At-Taubah : 128) sampai akhir surat. Dalam kitab Al-Mustadrak disebutkan dari Ubay bin Ka’ab, beliau berkata  :  “Ayat yang terakhir kali diturunkan yaitu : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri ” sampai akhir ayat. Mungkin yang dimaksud adalah ayat terakhir yang diturunkan dari surat At-Taubah.
  Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa hadits ini memberitahukan bahwa surat ini adalah surat yang diturunkan terakhir kali. Sebab ayat ini mengisyaratkan wafatnya Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam sebagaimana difahami oleh sebagian shahabat. Atau mungkin juga surat ini adalah surat yang terakhir kali diturunkan.

6. Ada juga pendapat yang berdasar kepada riwayat Muslim dari Ibnu Abbas, yang menyebutkan bahwa surat terakhir yang diturunkan ialah :
إِذَا جَآءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ . وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فيِ دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا . فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا .
"
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." (Qs 110:1-3)

7. Ada juga yang berpendapat, ayat yang terakhir turun ialah :
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs 4:93)

Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan lainnya dari Ibnu Abbas, katanya : “Ayat ini (An-Nisaa : 93) adalah ayat yang terakhir diturunkan dan tidak dihapus oleh apapun”
Ungkapan “dan tidak dihapus oleh apapun” itu menunjukkan ayat itu adalah ayat yang terakhir turun dalam masalah hukum membunuh mukmin dengan sengaja.

8. Ada juga yang mengatakan bahwa yang terakhir kali turun adalah ayat :
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لآَأُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ
“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. ”(Qs 3:195)

Pendapat ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Ibnu Mardawaih melalui Mujahid dari Ummu Salamah.

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qs 4:32)

Ayat ini (turun) karena aku bertanya : "Rasulullah, Allah selalu menyebutkan laki-laki(dalam Qur'an), tapi tidak perempuan!"

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Qs 33:35)

Kemudian turun ayat yang terakhir

"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain..."(Qs 3:195)

9. Ada juga pendapat lain bahwa yang terakhir turun adalah surat Al-Maidah. Ini didasarkan pada riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Aisyah radiyallahu 'anha. Tetapi menurut hemat kami, surat itu adalah surat yang terakhir kali turun dalam masalah halal dan haram, sehingga tidak satu hukumpun yang dihapus di dalamnya.

10. Ada juga pendapat lain bahwa yang terakhir turun adalah surat Al-Kahfi
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."(Qs 18:110)

Semua pendapat itu tidak disandarkan kepada Nabi. Masing-masing hanya ijtihad dan dugaan. Mungkin pula bahwa masing-masing mereka itu memberitahukan apa yang terakhir didengarnya dari Rasulullah. Atau mungkin juga masing-masing juga mengatakan hal itu berdasarkan apa yang terakhir diturunkan dalam hal perundang-undangan tertentu, atau dalam hal surat terakhir yang diturunkan secara lengkap seperti pendapat-pendapat yang telah dikemukakan di atas. Adapun ayat :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu” (Qs 5:3)

adalah diturunkan di Arafah pada haji Wada’.
Secara teks, menunjukkan penyempurnaan kewajiban dan hukum. Juga telah diisyaratkan di atas, riwayat mengenai turunnya ayat riba, ayat hutang-piutang, ayat kalalah dan yang lain itu setelah ayat ketiga dari surat al-Maidah. Oleh karena itu para ulama menyatakan kesempurnaan agama ini di dalam ayat ini. Allah telah mencukupkan nikmatNya kepada mereka dengan menempatkan mereka di negeri suci dan membersihkan orang-orang musyrik daripadanya serta menghajikan mereka di rumah suci tanpa disertai oleh seorang musyrikpun, padahal sebelumnya orang-orang musyrik juga haji dengan mereka. Yang demikian termasuk nikmat yang sempurna, “Dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku”

Al-Qadhi Abu Bakar al-Baqilani dalam al-Intishar ketika mengomentari berbagai riwayat yang berkaitan dengan masalah ayat terakhir kali diturunkan, mengatakan bahwa pendapat-pendapat ini sama sekali tidak disandarkan kepada Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam. Boleh jadi pendapat itu diucapkan karena ijtihad atau dugaan saja. Mungkin masing-masing memberitahukan mengenai apa yang terakhir kali yang didengarnya dari Nabi pada saat beliau telah wafat atau tak seberapa lama sebelum beliau sakit. Sedangkan yang lain mungkin tidak secara langsung mendengar dari Nabi. Mungkin juga ayat itu yang dibaca terakhir kali oleh Rasulullah bersama-sama dengan ayat-ayat yang turun di waktu itu, kemudian disuruh untuk dituliskan. Lalu diduga ayat itulah yang terakhir diturunkan menurut tertib urutannya.

Waallahu A’lam

Mengutip : Keajaiban Al-Qur'an bab Ayat terakhir turun oleh Abu Ammaar Yasir Qadhi

Artikel Terkait : Abu Bakar r.a Menangis Di Saat yang Lain Gembira

Apakah Al-Qur'an menjiplak Al-Kitab, Islam mengenal Alam Barzah, Kristen mengenal :?

Artikel terkait :  
Nabi Muhammad menyontek Al-Kitab part 1

Nabi Muhammad menyontek Al-Kitab part 2





Dalam pandangan Islam -->
Dan ditiuplah sangkalala[1270], maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Qs 36:51) 

[1270]. Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur.




Dalam Hadist Imam Bukhari menjelaskan -->
Bila pada tiupan pertama semua yang ada akan mati maka sebaliknya pada tiupan kedua semua manusia mulai dari umat zaman nabi Adam as hingga umat akhir zaman akan berbangkit dan dihimpun di padang Masyar. Rasulullah bersabda : ”Pada hari kiamat manusia dihimpun di atas tanah putih bersih seperti bulatan yang bening”.(HR Bukhary-Muslim).

Dalam pandangan Kristen -->
Maaf jika ada kesalahan.

1 KORINTUS 15:12-34 = Kebangkitan kita

(20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.(TB)
(20) Tetapi nyatanya Kristus sudah dihidupkan kembali dari kematian. Inilah jaminan bahwa orang-orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali.(BIS)

(21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.(TB)
(21) Sebab kematian masuk ke dalam dunia dengan perantaraan satu orang, begitu juga hidup kembali dari kematian diberikan kepada manusia dengan perantaraan satu orang pula.(BIS)

(22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.(TB)
(22) Sebagaimana seluruh manusia mati karena tergolong satu dengan Adam, begitu juga semua akan dihidupkan, karena tergolong satu dengan Kristus.(BIS)

(23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.(TB)
(23) Tetapi masing-masing akan dihidupkan menurut gilirannya: pertama-tama Kristus; kemudian nanti pada waktu Ia datang lagi, menyusul giliran orang-orang yang termasuk milik Kristus.(BIS)

--> Ayat 23 yg terakhir sangat aneh/ambigu
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: (TB) / Tetapi masing-masing akan dihidupkan menurut gilirannya:(BIS)
Kristus sebagai buah sulung;(TB) / pertama-tama Kristus;(BIS)
sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.(TB) / kemudian nanti pada waktu Ia datang lagi, menyusul giliran orang-orang yang termasuk milik Kristus.(BIS)

Yesus dihidupkan kembali, lalu Pertanyaannya :
-1. bukannya Yesus TIDAK MATI dan sudah kembali ke Sorga berada disebelah KANAN BAPA. (Kitab Lukas 22:69)
-2. melihat ayat "kemudian nanti pada waktu Ia datang lagi, menyusul giliran orang-orang yang termasuk milik Kristus.(BIS)"
maka terjadi kemungkinan bahwa hari kiamat itu terjadi setelah Yesus bangkit dan dunia belum BERAKHIR.


[Lukas 22:69] Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."


SADARLAH MANUSIA YANG TELAH MENGATAKAN TUHAN ITU BERANAK. DAN MENCARI KESELAMATAN DENGAN JALAN YANG SALAH.

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."(Qs 18:110)